AYODESA.COM, PANGKALPINANG — Maskapai penerbangan regional Wings Air resmi membuka rute baru penerbangan langsung Batam–Pangkalpinang pulang pergi (PP) yang mulai beroperasi pada 18 Juni 2026. Kehadiran jalur udara baru ini diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarwilayah kepulauan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di wilayah Kepulauan Bangka Belitung maupun Kepulauan Riau.
Rute baru tersebut menghubungkan Bandar Udara Internasional Hang Nadim Batam dengan Bandar Udara Depati Amir Pangkalpinang menggunakan armada ATR 72-500/600 berkapasitas 72 kursi kelas ekonomi.
Corporate Communications Strategic Wings Air, Danang Mandala Prihantoro mengatakan pembukaan rute ini menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat konektivitas antarpulau dan mempermudah mobilitas masyarakat.
“Perjalanan antara Kepulauan Riau dan Bangka Belitung kini menjadi lebih mudah. Rute ini menghadirkan akses yang lebih cepat dan praktis bagi masyarakat untuk kebutuhan keluarga, pekerjaan, pendidikan, bisnis hingga wisata,” ujar Danang dalam keterangan resminya, Selasa (19/5/2026).
Menurutnya, Batam memiliki posisi strategis sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi sekaligus bandar udara penghubung di wilayah barat Indonesia. Dengan adanya penerbangan langsung tersebut, masyarakat Pangkalpinang kini memiliki akses lebih mudah menuju berbagai kota melalui jaringan penerbangan Wings Air dan Lion Group.
Jadwal Penerbangan
Penerbangan Batam–Pangkalpinang dengan nomor IW-2277 mulai beroperasi pada 18 Juni 2026. Pesawat dijadwalkan berangkat dari Batam pukul 16.10 WIB dan tiba di Pangkalpinang pukul 17.50 WIB. Rute ini akan beroperasi setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu.
Sementara penerbangan Pangkalpinang–Batam dengan nomor IW-2276 mulai dilayani pada 19 Juni 2026. Pesawat berangkat pukul 07.00 WIB dan tiba di Batam pukul 08.30 WIB. Jadwal operasional berlaku setiap Rabu, Jumat, dan Minggu.
Dalam materi promosi yang disebarluaskan perusahaan, rute baru ini disebut akan memperluas konektivitas masyarakat Bangka Belitung menuju sejumlah kota penting lain seperti Medan, Padang, Pekanbaru, Natuna, Letung, Jambi, Pontianak, hingga Kuala Lumpur dan Jeddah untuk perjalanan ibadah umrah.
Kehadiran penerbangan langsung ini juga diyakini memberi dampak positif terhadap sektor perdagangan dan pariwisata daerah. Distribusi barang dan hasil usaha lokal diperkirakan menjadi lebih cepat dan efisien, sementara akses wisatawan menuju Bangka Belitung semakin terbuka luas.






