AYODESA.COM, JAKARTA – Perusahaan agribisnis global Wilmar International terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan karakter generasi muda melalui program sosialisasi anti-bullying di sekolah-sekolah yang berada di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran siswa, guru, dan lingkungan sekolah agar mampu mencegah serta menanggulangi praktik perundungan sejak dini.

Koordinator Women on Working Group (WoW) Wilmar Central Kalimantan Project, Sarimanah, menjelaskan bahwa program sosialisasi anti-bullying telah dilaksanakan sejak 2019. Materi tersebut diintegrasikan ke dalam kurikulum pembelajaran di Sekolah Bina Bangsa, sekolah yang dikelola perusahaan di Sampit, Kalimantan Tengah.
“Kami ingin menekan potensi terjadinya perundungan sedini mungkin, sebagai bagian dari upaya melindungi dan membentuk karakter generasi muda,” ujar Sarimanah dalam siaran pers, Senin (2/3/2026).
Ia mengatakan, materi pembelajaran anti-bullying tidak hanya diberikan secara teori di dalam kelas. Para siswa juga dilibatkan dalam berbagai kegiatan praktik yang membantu mereka memahami bentuk-bentuk perundungan, cara mengenali tanda-tandanya, hingga langkah-langkah penanganan dan pencegahan.
Selain itu, siswa juga diajak mengekspresikan pesan anti-bullying melalui berbagai kegiatan kreatif, seperti pentas seni bertema empati, persahabatan, dan saling menghargai.
Menurut Sarimanah, penerapan kurikulum tersebut mulai menunjukkan dampak positif terhadap perilaku siswa di lingkungan sekolah.






