Wilmar Group Jadikan Dua Kawasan HCV Sebagai Sekolah Alam 

Oplus_131072

AYODESA.COM, JAKARTA – PT Mentaya Sawit Mas dan PT Karunia Kencana Permai yang tergabung dalam Wilmar Group mengoperasikan dua kawasan High Conservation Value (HCV) seluas 5.211 hektare sebagai sekolah alam. Inisiatif ini bertujuan menumbuhkan kepedulian pelajar terhadap hutan serta pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sejak usia dini.

Melalui program sekolah alam tersebut, Wilmar menyediakan berbagai fasilitas dan aktivitas edukatif di kawasan Eco Trail HCV. Kegiatan yang dilakukan meliputi pengenalan tumbuhan dan satwa liar dilindungi, edukasi nilai-nilai konservasi, hingga aktivitas survival ringan seperti menyusuri jalur jungle track. Para siswa juga diajak mengimplementasikan materi pelajaran sekolah secara langsung di alam terbuka.

Bacaan Lainnya
Baca Juga  Dio Febrian Pantau Langsung Titik Rawan Banjir Kecamatan Gerunggang

“Inisiatif ini bertujuan agar siswa mendapatkan pengalaman dan belajar langsung tentang alam,” ujar Manager HCV Wilmar Central Kalimantan Project, Moch Dasrial, dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Senin (9/2/2026).

Kegiatan pelajar bersama Wilmar Group

Program edukasi ini telah dijalankan sejak 2021. Selama periode 2023–2025, tercatat sebanyak 1.380 siswa telah mengikuti kegiatan sekolah alam tersebut. Sejak 2024, Wilmar juga menggandeng Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah untuk memperkaya materi pembelajaran, dengan pendampingan langsung dari penyuluh BKSDA.

Baca Juga  Obstruction Tak Terbukti, Suap Terbukti: Putusan Lengkap Enam Terdakwa Kasus CPO

Dalam kegiatan tersebut, para siswa diperkenalkan secara lebih mendalam mengenai fungsi kawasan konservasi, jenis flora dan fauna dilindungi, serta berbagai ancaman terhadap ekosistem hutan.

Dasrial menjelaskan, satwa yang diperkenalkan antara lain orangutan, buaya muara, rangkong, rusa sambar, serta berbagai satwa liar lainnya. Para peserta juga diajak memahami dampak negatif perburuan liar dan pembukaan lahan terhadap kelestarian habitat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *