Caption:
Mobil Toyota Reborn yang ditumpangi tim penyidik Subdit IV Dittipidum Bareskrim Polri, sesaat sebelum meninggalkan Gedung Ditreskrimum Polda Babel, Kamis (11/9/2025) pukul 15.18 WIB. Foto/ho.
AYODESA.COM, PANGKALPINANG — Beberapa pejabat Pemerintah Kepulauan Bangka Belitung, diperiksa Bareskrim Polri di “Ruang Keadilan Restoratif”, lantai satu Gedung Ditreskrimum, Polda Babel, Kamis (11/9/2025). Pemeriksaan ini terkait dengan kasus dugaan ijazah palsu Wagub Babel Hellyana.
Dari informasi, penyidik Subdit IV Dittipidum Bareskrim Polri, mulai memeriksa sejumlah pihak terkait kasus dugaan ijazah palsu.
Wagub Hellyana sejatinya diperiksa Kamis (11/9/2025), pukul 10.00 WIB di tempat sama. Namun, hingga rombongan penyidik Subdit IV Dittilidum Bareskrim meninggalkan lokasi dengan menumpang mobil Toyota Innova Reborn, pukul 15.18 WIB, tak Hellyana tak juga tampak di lokasi.
Justru yang keluar ruangan pemeriksaan beberapa pejabat Pemprov Babel dengan langkah tergopoh-gopoh.
Beberapa pejabat hanya melemparkan senyum ke wartawan yang menunggu. Kemudian dengan langkah tergesa-gesa sembari menenteng sejumlah map yang diduga dokumen, meninggalkan gedung menuju parkiran Polda Babel.
Sesaat sebelum pemeriksaan usai, seorang pria paruh baya keluar ruangan, kemudian duduk di kursi panjang, depan ruang pemeriksaan.
Ketika wartawan menanyakan apakah yang bersangkutan dari Bareskrim Polri? Ia menjawab singkat. “Inggih,” ujarnya, tersenyum.
Kemudian ketika ditanyakan soal pemeriksaan Wagub Hellyana terkait kasus ijazah palsu.
“Ini masih berlangsung, belum selesai. Takon opo (tanya apa)?,” katanya singkat.
Wartawan kembali melemparkan pertanyaan, apakah Wagub Hellyana datang dan diperiksa penyidik Bareskrim Polri? Ia tidak menjawab.
Namun hanya tersenyum, kemudian berdiri, bergegas masuk ruangan pemeriksaan yang hanya berjarak sekitar lima meter.
Seorang petugas lain datang dan duduk di kursi panjang ruang tunggu. Ketika ditanya siapa tadi yang sebelumnya duduk, dia menyebutkan Ketua Tim Subdit IV Dittipidum Bareskrim Polri, Kompol Nur Said.








