AYODESA.COM, JAKARTA – Isu pergantian Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) kembali mencuat pada awal tahun 2026. Hal ini seiring dengan akan berakhirnya masa tugas Komite Reformasi Polri yang dibentuk Presiden Prabowo Subianto.
Direktur Riset Trunojoyo Institute, Amin Iskandar, mengungkapkan bahwa di internal Polri saat ini berkembang isu mengenai figur calon pengganti Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menjelang keluarnya rekomendasi akhir Komite Reformasi Polri.
Menurut Amin, salah satu pembahasan yang mengemuka adalah sosok Kapolri ideal yang dibutuhkan untuk menjaga soliditas internal institusi Polri di tengah dinamika reformasi kelembagaan.
“Idealnya Kapolri baru, pengganti Jenderal Listyo Sigit, adalah Jenderal Senior angkatan 90, 91, atau 92 yang menjabat secara transisional selama 12 hingga 18 bulan agar agenda Reformasi Polri bisa berjalan tanpa gejolak. Sosok tersebut harus mampu merangkul semua faksi dan kelompok di internal Polri,” ujar Amin kepada awak media di kawasan Gedung Parlemen, Kamis (22/1/2026).
Amin menilai, figur jenderal senior memiliki keunggulan dari sisi pengalaman, kewibawaan, serta penerimaan yang kuat di jajaran perwira tinggi hingga ke tingkat bawah. Hal tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas organisasi di masa transisi kepemimpinan.
Ia menyebut beberapa nama jenderal senior yang dinilai layak menjadi pengganti Kapolri saat ini, di antaranya DP, WW, dan WH.








