AYODESA.COM, JAKARTA – PT Thorcon Power Indonesia menepis isu mundurnya perusahaan dari rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Thorcon 500 di Kepulauan Bangka Belitung. Perusahaan justru menegaskan bahwa seluruh tahapan perizinan terus berjalan sesuai rencana, termasuk persiapan pelaksanaan evaluasi tapak sebagai syarat memperoleh Izin Tapak dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN).
Sebelumnya, Thorcon telah memperoleh persetujuan dokumen Program Evaluasi Tapak dan Sistem Manajemen Evaluasi Tapak (PET–SMET) dari BAPETEN pada 30 Juli 2025. Saat ini, perusahaan tengah memfokuskan langkah pada persiapan teknis evaluasi tapak dan memperluas agenda sosialisasi kepada masyarakat di Bangka Belitung.
Respons atas Isu Mundur
Isu bahwa Thorcon akan menarik diri dari proyek PLTN beredar setelah rapat dengar pendapat (RDP) dengan DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada 10 November, yang juga dihadiri WALHI dan perwakilan masyarakat Batu Beriga.
Menanggapi pemberitaan tersebut, Direktur Operasi Thorcon, Dhita Karunia Ashari, menegaskan informasi tersebut tidak benar.
“Informasi bahwa Thorcon mundur adalah keliru. Pernyataan yang dikutip media dipotong dan tidak lengkap. Thorcon tidak pernah menyatakan akan mengundurkan diri dari rencana pembangunan PLTN,” tegas Dhita.
Ia menambahkan bahwa Thorcon tetap berkomitmen terhadap transparansi, edukasi publik, serta penghormatan terhadap aspirasi masyarakat di wilayah rencana pembangunan PLTN.
Tahapan Perizinan Berjalan Sesuai Prosedur
Dhita memastikan perusahaan akan terus menjalankan seluruh tahapan perizinan sesuai aturan BAPETEN dan kementerian terkait.
“Fokus kita saat ini adalah mempersiapkan evaluasi tapak serta memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan. Informasi terkait proyek, manfaat, dan tahapan PLTN Thorcon 500 harus tersampaikan secara utuh dan benar,” ujarnya.
Ditargetkan, tahap konstruksi PLTN Thorcon 500 dapat dimulai pada 2028, dengan target operasi komersial (COD) pada 2032.
Sosialisasi dan Edukasi Berjalan Sejak Lama
Walau pembangunan PLTN baru masuk secara resmi dalam RUPTL 2025–2034, Thorcon telah sejak beberapa tahun terakhir rutin melakukan sosialisasi tentang energi nuklir dan rencana pembangunan PLTN Thorcon 500.






