Talut Penahan Abrasi Desa Penyak Jadi Harapan Baru, Warga Optimistis Pesisir Lebih Aman

Pembangunan talut penahan abrasi sepanjang sekitar 850 meter di kawasan pesisir Desa Penyak, Bangka Tengah.

AYODESA.COM, BANGKA TENGAH – Warga Desa Penyak, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, menyambut positif pembangunan talut penahan abrasi sepanjang sekitar 850 meter di kawasan pesisir desa mereka. Proyek yang bertujuan melindungi jalan nasional sekaligus permukiman warga dari ancaman abrasi ini juga diyakini akan membuka peluang ekonomi baru melalui terbentuknya daratan hasil reklamasi.

Sebagai bentuk dukungan terhadap proyek tersebut, sejumlah warga bahkan mengizinkan sebagian lahannya digunakan sebagai akses keluar-masuk kendaraan pengangkut material pembangunan.

Baca Juga  APBN Tetap Sehat, Wamenkeu Juda Yakin Target Pertumbuhan Ekonomi 2026 Tercapai

Kepala Desa Penyak, Saparudin, mengungkapkan rasa syukur atas dimulainya pembangunan talut yang selama ini sangat dinantikan masyarakat.

“Alhamdulillah pembangunan ini menjadi solusi permasalahan yang selama ini terjadi. Warga sangat mensupport pembangunan talut ini,” ujar Saparudin, Kamis (30/7/2026).

Pekerja proyek sedang menyelesaikan talut

Menurutnya, selama bertahun-tahun abrasi akibat hantaman gelombang laut telah mengancam ratusan kepala keluarga yang tinggal di sepanjang pesisir Desa Penyak. Bahkan, sejumlah rumah mengalami kerusakan karena daratan di belakang rumah terus terkikis.

“Kuatnya abrasi sampai mengakibatkan adanya kerusakan pada sejumlah fasilitas rumah masyarakat seperti dapur ataupun saluran pembuangan limbah. Hal itu terjadi karena semakin hilangnya daratan yang sebelumnya menjadi benteng alami pemukiman warga dari gelombang air laut,” katanya.

Baca Juga  H Marwan Tanyakan PNBP PT SAML Bloking Area 400 Hektare, Datuk Ramli: Belum Tanam Sawit, Untuk Kegiatan Sosial

Ia menambahkan, kondisi tersebut juga menyebabkan septic tank beberapa rumah jebol akibat tanah penyangga yang hilang diterjang abrasi.

“Daratan semakin terkikis, sehingga ada rumah warga yang septic tank-nya itu sampai jebol, dapurnya rusak. Itu sudah terjadi,” ungkapnya.

Tak hanya mengancam rumah warga, abrasi juga sempat merusak pondasi pelindung jalan nasional yang menghubungkan Pangkalpinang dengan Koba.

Saparudin menjelaskan, desain pembangunan talut saat ini tidak hanya berfungsi sebagai pelindung pantai, tetapi juga menciptakan ruang kosong antara talut dan lahan warga yang nantinya akan ditimbun menjadi daratan baru.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *