AYODESA.COM, JAKARTA — Survei nasional yang dilakukan Adidaya Institute menyimpulkan tiga program unggulan pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka berpotensi menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional.
Sebanyak 43 persen responden ahli menilai program Kampung Nelayan, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), serta pembangunan 3 juta rumah memiliki daya ungkit terbesar terhadap peningkatan produksi, penyerapan tenaga kerja, dan perputaran ekonomi daerah.
Survei dilaksanakan pada Desember 2025 hingga Februari 2026 di 12 kota besar di Indonesia dengan melibatkan 72 responden dari kalangan akademisi, legislator, birokrat, pelaku usaha, tenaga kesehatan, dan aktivis. Metode penelitian mencakup analytical hierarchy process, wawancara mendalam, serta focus group discussion.
Klaster “Mesin” Pertumbuhan Ekonomi
Ekonom Adidaya Institute, Bramastyo B. Prastowo, menjelaskan bahwa tiga program tersebut masuk dalam klaster “mesin” pertumbuhan ekonomi. Sementara sejumlah program lain diklasifikasikan sebagai jangkar atau stabilisator sosial.
Menurutnya, ketika program mesin pertumbuhan berjalan optimal, aktivitas produksi akan meningkat dan memicu efek berganda bagi perekonomian nasional.
“Pembangunan 3 juta rumah dapat menggerakkan sektor konstruksi, logistik hingga UMKM. Sementara Kampung Nelayan dan KDKMP memperkuat produksi desa serta distribusi barang,” ujarnya.
Dalam klasifikasi survei, program dukungan Palestina Merdeka ditempatkan sebagai program jangkar karena memiliki dimensi politik dan moral yang kuat, bahkan dianalogikan dengan peran Gerakan Non Blok dalam membangun solidaritas global terhadap Palestina.
Meski mendorong agenda percepatan ekonomi melalui strategi “Big Bang” dan “Big Push”, Adidaya Institute menilai pemerintah tetap harus memperkuat program stabilisator sosial seperti Sekolah Rakyat, cek kesehatan gratis, dan lumbung pangan.
Program tersebut dinilai penting untuk menjaga daya tahan masyarakat, stabilitas sosial, serta kepercayaan publik di tengah percepatan pertumbuhan ekonomi. Para ahli menilai keberhasilannya harus diukur dari dampak jangka panjang seperti peningkatan literasi, kesehatan masyarakat, serta stabilitas harga pangan.
Lembaga tersebut mendorong pemerintah memprioritaskan tiga program yang masuk kategori mesin pertumbuhan karena dinilai memiliki dampak paling besar terhadap produksi dan penciptaan lapangan kerja. Evaluasi terhadap kementerian terkait juga dinilai penting agar implementasi program benar-benar menghasilkan dampak nyata.
Adidaya Institute menegaskan bahwa percepatan pertumbuhan ekonomi dan perlindungan sosial harus berjalan beriringan agar pembangunan tetap berkelanjutan dan stabil secara sosial maupun ekonomi.
Hasil survei tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Sekretariat Adidaya Institute, Jakarta Selatan, Rabu (25/2/2026), yang menghadirkan Manajer Politik dan Kebijakan Adidaya Institute Ahmad Fadhli, ekonom Bramastyo B. Prastowo, serta Direktur Eksekutif Adidaya Institute Rahman Toha Budiarto.
Para peneliti menilai delapan program prioritas pemerintahan Prabowo–Gibran secara umum masih relevan sebagai bagian dari strategi lompatan besar untuk mengatasi kemiskinan akut di Indonesia.






