AYIDESA.COM, MAKASSAR — Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan Indonesia berada dalam kondisi siap menghadapi potensi dampak fenomena El Nino, dengan dukungan stok pangan nasional yang disebut mencapai level tertinggi sepanjang sejarah.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengakui bahwa dampak cuaca ekstrem berupa panas berkepanjangan mulai dirasakan dan berpotensi memengaruhi produksi pertanian. Namun demikian, pemerintah dinilai telah memiliki pengalaman dalam menghadapi kondisi serupa pada tahun-tahun sebelumnya.
“Itu El Nino Godzilla kan katanya kering 6 bulan. Tapi, sepertinya masih lebih tinggi dulu El Nino yang dulu, 2015. Kami sudah pengalaman mengelola El Nino bersama teman-teman tahun 2015, 2023, 2024,” ujar Amran usai meninjau gudang Perum Bulog di Makassar, Minggu (5/4/2026).
Amran menegaskan, ketahanan pangan nasional saat ini berada dalam posisi yang sangat kuat. Stok beras pemerintah tercatat mencapai 4,5 juta ton pada awal April 2026—angka tertinggi sejak Indonesia merdeka.
“Sekarang stok kita tertinggi selama merdeka. 4,5 juta. Insya Allah 10 hari, 20 hari ke depan itu 5 juta,” tegasnya.
Selain cadangan di gudang pemerintah, Kementan juga mencatat ketersediaan pangan di sektor lain seperti hotel, restoran, dan kafe (horeka) mencapai 12,5 juta ton. Sementara itu, potensi produksi dari tanaman yang sedang memasuki masa panen (standing crop) diperkirakan mencapai 11 juta ton.
“Berarti sudah 23 juta ton,” jelas Amran.
Dengan total ketersediaan tersebut, pemerintah memperkirakan kebutuhan pangan nasional dapat terpenuhi hingga 11 bulan ke depan, melampaui estimasi periode puncak kekeringan akibat El Nino yang diperkirakan berlangsung sekitar enam bulan.
“Artinya 11 bulan ke depan ini aman. Stok untuk rakyat Indonesia 11 bulan ke depan aman. Sedangkan kekeringan 6 bulan. Berarti aman kan?” ujarnya.






