Sri Hartati Pulang Kampung Bangun Desa Bangka Kota, Siap Mengabdi Lewat Pilkades

Sri Hartati dikenal sebagai pendidik itu memutuskan membawa pengalaman belajar dan mengajarnya kembali ke kampung halaman untuk mengabdi lewat Pilkades.

AYODESA.COM, PANGKALPINANG – Tidak semua orang memilih kembali ke kampung halaman setelah meniti karier di luar daerah. Namun, keputusan berbeda diambil Sri Hartati yang memilih pulang ke Desa Bangka Kota, Kabupaten Bangka Selatan, dengan tekad mengabdikan diri untuk membangun desa tempat ia dilahirkan.

Perempuan yang dikenal sebagai pendidik itu memutuskan membawa pengalaman belajar dan mengajarnya kembali ke kampung halaman. Baginya, ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama berkarier akan lebih bermakna apabila dimanfaatkan untuk kemajuan masyarakat desa.

Bacaan Lainnya
Baca Juga  Fenomena NPD, Perjalanan Emosional  dan Hubungan Melelahkan

Sri Hartati memiliki rekam jejak sebagai tenaga pendidik di berbagai lembaga pendidikan. Ia pernah mengajar di SMA Negeri 1 Simpang Rimba, menjadi dosen luar biasa di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sriwijaya, Universitas Bangka Belitung, serta pernah mengajar di IAIN SAS Bangka Belitung. Selain itu, ia juga aktif dalam kegiatan sosial, organisasi kepemudaan, dan pendidikan keagamaan bagi anak-anak.

Meski memiliki peluang untuk terus berkarier di luar daerah, Sri Hartati memilih kembali ke Bangka Kota karena melihat masih banyak persoalan yang perlu mendapat perhatian, mulai dari terbatasnya lapangan pekerjaan, meningkatnya persoalan sosial, hingga potensi desa yang dinilai belum dikelola secara optimal.

Baca Juga  Eks Gubernur Babel Erzaldi Rosman Mangkir dari Sidang Tipikor PT NKI di PN Pangkalpinang

“Kalau bukan kita yang pulang dan membangun desa sendiri, lalu siapa lagi?” kata Sri Hartati.

Semangat tersebut menjadi landasan keputusannya maju dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Bangka Kota. Menurutnya, menjadi kepala desa bukan sekadar mengikuti kontestasi politik, melainkan kesempatan untuk mengabdikan waktu, tenaga, dan kemampuan yang dimilikinya bagi kemajuan kampung halaman.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *