AYODESA.COM, PANGKALPINANG – Belakangan soal ukuran tinggi pohon lada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang mencapai 13 meter menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Tak sedikit yang terkejut dan bertanya-tanya di mana lokasi kebun lada 13 meter tersebut?
Karenanya, redaksi mewawancarai Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Edy Romdhoni, di kantornya, Jumat siang (22/11/2024).
Menurutnya hingga kini kondisi komoditas lada di Babel masih cukup baik. Apalagi dengan harga saat ini berkisar Rp120 ribu perkilogram, membuat petani kembali bergairah dan tetap mempertahankan lada sebagai salah satu pilihan di samping tanaman lainnya seperti sawit.
“Berdasarkan data BPS luasan kebun lada di Babel masih berkisar 25 ribu hektar. Artinya masih banyak petani yang menanam lada,” ujar Edy.
Apalagi, lanjut Edy, dengan kondisi harga lada saat ini, cukup menggembirakan petani. Makanya masih banyak petani yang mempertahankan kebun ladanya.
Edy menjelaskan, untuk modal awal petani menanam lada hingga panen berkisar Rp100 ribu perbatang. Itungannya mulai dari pengolahan lahan, junjung, bibit, pupuk, pestisida dan perawatan hingga panen.








