AYODESA.COM, JAKARTA — Bursa calon Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) kembali menghangat. Sejumlah perwira tinggi bintang tiga masuk radar, namun satu nama dinilai semakin menguat karena memiliki paket lengkap: pengalaman tempur, komando armada, hingga penugasan strategis di lingkar pengambil kebijakan nasional.
Nama tersebut adalah Laksamana Madya TNI Hersan, yang saat ini menjabat sebagai Inspektur Jenderal (Irjen) di lingkungan Tentara Nasional Indonesia.
Pemerhati militer Dar Edi Yoga menilai Hersan termasuk figur yang memenuhi kebutuhan TNI Angkatan Laut di era ancaman modern, bukan hanya menghadapi tantangan pertahanan laut, tetapi juga mengelola organisasi besar, diplomasi pertahanan, serta integrasi kekuatan gabungan lintas matra.
“Kalau bicara calon Kasal yang punya kombinasi komando lapangan, pengalaman strategis, dan jejaring koordinasi nasional, nama Hersan termasuk yang paling siap,” kata Dar Edi Yoga, Senin (2/3/2026).
Salah satu kekuatan utama Hersan adalah jalur kariernya yang konsisten dari level kapal perang sampai komando wilayah operasi.
Ia pernah memimpin sejumlah kapal perang Republik Indonesia, pengalaman yang dinilai membentuk karakter kepemimpinan khas perwira laut: ketegasan, disiplin, serta insting operasi.
Kariernya kemudian berkembang melalui berbagai jabatan strategis, antara lain ajudan Presiden RI, Danlanal Palembang, Koorsmin Kasal, Asrena Kaskogabwilhan II, Danguspurla Koarmada II, hingga Staf Khusus Kasal. Ia juga pernah menjabat Sekretaris Militer Presiden di Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia, sebelum dipercaya menjadi Panglima Koarmada III dan kini Irjen TNI.
Menurut Dar Edi, fase kepemimpinan Hersan di Koarmada III menjadi salah satu catatan penting, mengingat wilayah operasi tersebut berada di kawasan strategis Indonesia timur yang bersinggungan langsung dengan jalur pelayaran internasional dan dinamika geopolitik kawasan.
Dar Edi juga menyoroti jabatan Hersan sebagai Irjen TNI yang dinilai memberi perspektif strategis lintas matra. Posisi tersebut tidak hanya berkaitan dengan pengawasan internal, tetapi juga mencakup pemahaman terhadap kesiapan tempur gabungan, sistem pengadaan dan logistik, tata kelola organisasi, serta akuntabilitas anggaran pertahanan.






