Reformasi Pendidikan Nasional Mendorong Lahirnya Kebijakan Zonasi Sekolah

Veronica, SE Mahasiswa Pasca Sarjana Institut Pahlawan 12

Oleh : Veronica, SE
Mahasiswa Pasca Sarjana Institut Pahlawan 12

AYODESA.COM — REFORMASI pendidikan nasional mendorong lahirnya kebijakan zonasi sekolah sebagai pemerataan akses pendidikan. Kebijakan ini dihadirkan dengan harapan dapat menghapus stigma sekolah favorit yang selama ini terjadi, dapat membantu mendekatkan siswa terhadap domisili sekolah dan pemerataan dalam pendistribusian siswa. Namun penerapan di lapangan tidaklah berjalan mulus seperti yang diharapkan karna ada berbagai tantangan langsung yang dihadapi dan dirasakan oleh guru, siswa dan orang tua.

Baca Juga  JPU Bantah Pledoi Terdakwa Kasus Korupsi Pertamina: Penjualan di Bawah Harga Terendah Rugikan Negara

Sebagai guru saat ini melihat kebijakan ini dari dua sisi, sebagai pelaksana di lapangan dan sebagai pembelajar yang diajak berpikir kritis bagaimana sistem zonasi ini dijalankan di sekolah. Dalam sistem zonasi ini membuka wawasan berfikir yang lebih kritis tentang bagaimana seharusnya kebijakan publik dapat dijalankan sesuai dengan rancangan.

Melihat bahwa suatu kebijakan bukanlah sekedar instrumen teknis yang dirancang untuk mengatur, melainkan didalamnya terdapat nilai- nilai sosial, etika dan nilai keadilan yang seharusnya dapat dijalankan dengan tepat.

Baca Juga  Soal Cagub Erzaldi Sebut Lada Capai 13 Meter, Begini Respons Kadis Pertanian Babel

Dalam hal ini kita diajak untuk memahami bahwa efisiensi dan efektivitas hanyalah sebagian dari pertimbangan dalam merancang kebijakan. Lebih dari itu, kebijakan harus diuji secara etis, apakah ia memanusiakan individu? Apakah ia memberi ruang partisipasi bagi semua pihak yang terdampak? Apakah ia mampu menjawab kebutuhan nyata di lapangan?

Pertanyaan-pertanyaan ini menjadi bekal penting ketika guru kembali ke ruang kelas, menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), mengelola dinamika siswa, dan berdialog dengan orang tua murid.

Baca Juga  BPKH Bantah Eks Ka BPN Adi Wibowo dan Andi Hudirman Soal Izin PT FAL & PT SAML

Pada praktiknya zonasi sekolah seringkali menimbulkan dilema. Di satu sisi, ia bertujuan untuk pemerataan. Namun di sisi lain, zonasi juga menciptakan ketimpangan baru jika tidak disertai dengan pemerataan kualitas sekolah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *