RDF dan WtE Bukan Jawaban Utama, AZWI Minta Reformasi Tata Kelola Sampah

Foto istimewa

AYODESA.COM, JAKARTA — Aliansi Zero Waste Indonesia (AZWI) menegaskan bahwa transformasi pengelolaan sampah di Indonesia harus dimulai dari pembenahan sistem di hulu, bukan bergantung pada solusi instan di hilir.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam talkshow bertajuk “Transformasi Pengelolaan Sampah Daerah Menuju Sistem Zero Waste” yang digelar dalam rangkaian Pesta Media 2026 Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Sabtu (11/4/2026).

Dalam forum tersebut, AZWI menyoroti bahwa persoalan sampah di Indonesia semakin mendesak. Hal ini ditandai dengan meningkatnya timbulan sampah, terbatasnya kapasitas tempat pembuangan akhir (TPA), serta masih rendahnya praktik pemilahan dari sumber.

Baca Juga  Kisruh Gas LPG 3 Kg, Anggota DPRD Kota Pangkalpinang Arnadi Angkat Bicara

“Masalah sampah bukan hanya soal volume, tetapi juga lemahnya tata kelola dan kebijakan di tingkat daerah,” ujar perwakilan AZWI dalam diskusi tersebut.

AZWI mengungkapkan bahwa struktur anggaran persampahan di banyak daerah masih belum ideal. Sekitar 70 persen anggaran justru terserap untuk kegiatan pengangkutan dan pengelolaan akhir, sementara upaya pengurangan sampah dari sumber belum menjadi prioritas utama.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *