PWI Babel Apresiasi Polri dan Dukung Ungkap Pelaku Demo Anarkis: Perlu Evaluasi SOP Tangani Unjuk Rasa

Ketua PWI Babel, Mohammad Fathurrakhman, (foto docs)

AYODESA.COM, PANGKALPINANG – Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan negara yang dikenal dengan budaya sopan santun, ramah serta memiliki jiwa gotong royong. Masyarakatnya terdiri dari berbagai suku, agama serta bahasa yang berbeda pula dari setiap daerah dari Sabang sampai Merauke.

Keragaman tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara yang memiliki warna tentang persatuan dan tenggang rasa yang tinggi sebagai negara yang besar dan bermartabat.

Bacaan Lainnya
Baca Juga  Gubernur Babel Hidayat Arsani Harapkan Kejati Kawal dan Awasi Potensi Penyimpangan di Lingkungan Pemerintahan

Dengan semangat saling menghargai, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sebagai bagian dari keanekaragaman itu, turut mencermati dinamika yang berkembang akhir-akhir ini.

Terutama penyampaian aspirasi dan keresahan oleh elemen anak bangsa lainnya seperti mahasiswa, pelajar hingga Ojol terkait berbagai situasi yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini.

Pada prinsipnya, PWI Babel menghormati hak dalam menyampaikan aspirasi yanng dilakukan secara bermartabat. PWI Babel menilai aspirasi tersebut merupakan hal yang diperlukan demi menjadikan Indonesia menjadi lebih baik kedepan.

Baca Juga  Gerai Disparbudkepora Babel Curi Perhatian Pembeli Mancanegara di Trade Expo Indonesia 2025

Namun, Ketua PWI Babel, Mohammad Fathurrakhman atau Boy, Selasa (16/9/2025) mengatakan, aksi menyampaikan aspirasi yang bertujuan baik, jika dilakukan dengan cara yang tidak benar, bisa saja dimanfaatkan oleh oknum tertentu yang tidak bertanggung jawab dan ingin memecah belah anak bangsa dengan menghasut.

Boy mengatakan, PWI Babel sebagai organisasi profesi yang independen mengajak berbagai elemen anak bangsa , dalam menyampaikan aspirasi agar mentaati aturan yang berlaku.

Hal ini penting, agar terhindar dari upaya provokasi dari pihak yang tidak bertanggung jawab yang justru bisa mengakibatkan terjadi tindakan anarkis seperti pengrusakan terhadap fasilitas umum dan menimbulkan korban jiwa seperti yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *