Puan Maharani Desak Pemerintah Prioritaskan Kesejahteraan Guru Honorer

Ketua DPR RI Puan Maharani (fotodocs Parlemen)

AYODESA.COM, JAKARTA — Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti pentingnya negara memberikan penghargaan yang layak bagi para guru honorer, khususnya mereka yang telah mengabdi dalam waktu lama namun masih hidup dalam keterbatasan.

Menurut Puan, kualitas sebuah negara dapat tercermin dari cara negara memperlakukan para pekerja yang selama ini bekerja dalam “kesunyian”, termasuk guru honorer yang menjadi tulang punggung pendidikan di berbagai daerah.

Bacaan Lainnya
Baca Juga  Mahasiswa Hukum Gugat DPR, Kapolda, hingga Presiden Rp 2,4 Triliun Terkait Aksi Massa Agustus 2025

“Kualitas sebuah negara sering kali terlihat dari bagaimana negara memperlakukan mereka yang bekerja paling lama dalam kesunyian,” ujar Puan dalam keterangan tertulisnya, Senin (13/4/2026).

Ia menegaskan bahwa pembangunan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kebijakan besar, tetapi juga oleh dedikasi para guru yang menjaga keberlangsungan sekolah di tengah keterbatasan sistem.

Puan mengungkapkan, hingga kini masih banyak guru honorer lanjut usia yang menerima upah jauh di bawah standar, bahkan menjelang masa pensiun. Kondisi ini dinilai mencerminkan belum optimalnya perhatian negara terhadap kesejahteraan tenaga pendidik non-ASN.

Baca Juga  Ari Bias Menangkan Gugatan Hak Cipta, Agnez Mo Dinyatakan Bersalah Harus Bayar Royalti Rp1,5 M

Ia kemudian menyoroti kisah Cacang Hidayat, seorang guru honorer di Kabupaten Lebak yang telah mengabdi selama 25 tahun di SMPN Cibadak dengan gaji hanya Rp500 ribu per bulan. Kisah tersebut sempat viral dan menyita perhatian publik.

Setelah ramai diperbincangkan, Cacang akhirnya diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu di Kabupaten Lebak. Namun, Puan menilai bahwa fenomena ini menunjukkan adanya persoalan sistemik dalam tata kelola pendidikan nasional.

“Kisah seperti guru Cacang memperlihatkan adanya jarak antara kebutuhan negara terhadap pengabdian dan kecepatan sistem dalam memberikan kepastian bagi tenaga pendidik,” ujarnya.

Baca Juga  DPR RI Tetapkan Lima Calon Anggota Dewan Komisioner OJK

Puan juga mempertanyakan apakah pengangkatan tersebut akan terjadi jika kisah Cacang tidak viral. Ia menilai masih banyak guru honorer lain yang bernasib serupa namun tidak mendapat perhatian publik.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *