AYODESA.COM, JAKARTA — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI terus memperkuat komitmennya dalam mendorong pemberdayaan perempuan melalui program bertajuk Menganyam Kebaikan untuk Indonesia di Pulau Solor, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sejak diluncurkan pada September 2024, program ini telah menjangkau lebih dari 430 perempuan penganyam daun lontar di 13 lokasi.
Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, mengatakan bahwa program ini dirancang sebagai inisiatif pemberdayaan berkelanjutan yang mencakup pelatihan produksi, penguatan kelembagaan ekonomi, hingga edukasi kesehatan masyarakat.
“Melalui program Menganyam Kebaikan untuk Indonesia, BNI ingin menghadirkan pemberdayaan yang berkelanjutan bagi perempuan, khususnya di wilayah 3T. Kami percaya, ketika perempuan berdaya, maka keluarga dan masyarakat di sekitarnya juga akan ikut tumbuh,” ujar Okki dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Pulau Solor selama ini dikenal memiliki keterbatasan lahan produktif. Namun, wilayah ini menyimpan potensi ekonomi dari kerajinan anyaman daun lontar yang telah diwariskan secara turun-temurun. Mayoritas pengrajin merupakan ibu rumah tangga yang juga menjadi tulang punggung ekonomi keluarga, meskipun masih menghadapi berbagai tantangan seperti akses pasar, standar kualitas produk, dan literasi keuangan.
Dalam pelaksanaannya, BNI menggandeng Yayasan Du Anyam untuk membangun ekosistem pemberdayaan yang terintegrasi. Hasilnya, sebanyak 79% produk anyaman kini masuk kategori kualitas tinggi, menunjukkan peningkatan signifikan dalam standar produksi.
Tak hanya itu, BNI juga membangun infrastruktur pendukung berupa Rumah Anyam di Desa Bubu Atagamu, Kecamatan Solor Selatan, sebagai pusat pelatihan dan produksi. Perseroan turut menyediakan akses air bersih melalui pembangunan pipanisasi dengan 30 titik kran yang kini dimanfaatkan oleh 263 kepala keluarga.






