AYODESA.COM, Maluku Tenggara — Tokoh nasional Prof. Dr. Ali Mochtar Ngabalin menyampaikan apresiasi mendalam kepada H. Umar Kei Ohoitenan, S.H., selaku Ketua Umum Front Pemuda Muslim Maluku (FPMM) sekaligus tokoh masyarakat asal Kei yang sukses membawa kembali tradisi adat ke tanah kelahiran melalui penyelenggaraan pesta pernikahan putrinya, Ajeng Dinda Savira Ohoitenan dengan Fadel Muhammad Ngabalin, cucu Prof. Dr Ali Mochtar Ngabalin.

Dalam sambutannya, Prof. Ngabalin menilai keberhasilan Umar Kei menggelar acara adat berskala besar sebagai bukti nyata komitmen masyarakat Kei terhadap pelestarian budaya dan identitas leluhur.
“Yang hebat dari Umar itu adalah bisa bawa pulang ke kampung dan membuat acara ini menjadi satu acara adat yang harus dideklarasikan ke banyak orang. Orang Kei itu memang di mana-mana selalu ada dan dalam bikin acara tidak main-main, sangat serius,” ujar Prof. Ngabalin di sela-sela prosesi adat di Desa Danar, Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan, Kabupaten Maluku Tenggara, Senin (10/11/2025).
Ngabalin juga menegaskan bahwa kehadirannya dalam acara tersebut bukan semata sebagai tokoh nasional, melainkan sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat adat Kei.
“Saya datang ke sini betul-betul sebagai anak adat, anak Danar. Jadi tidak main-main ya,” tegasnya.
Acara ijab kabul dan resepsi pernikahan berlangsung khidmat di Masjid Al Mathar, Desa Danar, dan dihadiri ribuan tamu dari berbagai kalangan, mulai dari pejabat pemerintahan, tokoh masyarakat Kei, hingga perwakilan adat.
Hadir dalam acara tersebut antara lain Bupati Maluku Tenggara H. M. Thaher Hanubun yang bertindak sebagai wali perempuan, Prof. Dr. Ali Mochtar Ngabalin sebagai wali keluarga pria, Komarudin Watubun (Ketua DPP Bidang Kehormatan PDI-P dan Anggota DPR RI), perwakilan pemerintah daerah, anggota DPRD, serta jajaran TNI dan Polri.
Kehadiran sekitar seribu anggota Front Pemuda Muslim Maluku (FPMM) yang dipimpin langsung oleh Umar Kei dari Jakarta menambah semarak suasana pesta adat tersebut.
Dalam kesempatan itu, Prof. Ngabalin juga menyampaikan pesan pernikahan yang sarat makna kepada kedua mempelai. Ia menekankan pentingnya menjaga kesakralan rumah tangga dalam bingkai ajaran Islam dan adat Kei, Larvul Ngabal.








