AYODESA.COM, BANYUWANGI — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau Bank Negara Indonesia (BNI) mempertegas komitmennya dalam pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan melalui program regenerasi hutan mangrove di Teluk Pangpang. Sejalan dengan momentum Hari Bumi, program ini berhasil merehabilitasi 50 hektare lahan kritis sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi sekitar 5.000 masyarakat pesisir.
Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, mengatakan kawasan Teluk Pangpang merupakan wilayah pesisir dengan fungsi ekologis penting yang sebelumnya mengalami degradasi akibat tekanan lingkungan dan alih fungsi lahan.
“Aksi nyata BNI di kawasan tersebut merupakan wujud komitmen perseroan dalam memulihkan fungsi ekologis mangrove sekaligus menciptakan nilai ekonomi berkelanjutan yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat sekitar,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (23/4/2026).
Program yang dijalankan melalui inisiatif BNI Berbagi ini mengedepankan pendekatan kolaboratif dengan melibatkan masyarakat lokal, kelompok pengawas pesisir, serta pemerintah daerah. Kegiatan yang dilakukan mencakup penanaman mangrove di area terdampak, pemeliharaan selama tiga tahun, hingga pengembangan kawasan berbasis masyarakat.
Hasilnya, kawasan mangrove yang direhabilitasi kini kembali berfungsi sebagai benteng alami pesisir yang mampu mengurangi risiko abrasi dan banjir rob, khususnya bagi masyarakat di Dusun Tegalpare. Selain itu, program ini juga membuka peluang ekonomi baru melalui pengembangan ekowisata, budidaya kepiting soka, pembibitan mangrove, hingga produk turunan lainnya.






