Editorial
TAHAPAN Pilkada serentak 2024 telah dimulai. Tahapan bagi pilkada serentak untuk pertama kali dihelar dalam sejarah republik ini adalah pendaftaran bakal calon kepala daerah. Bakal calon gubernur dan wakil, bakal calon bupati dan wakil serta bakal calon wali kota dan wakil ke KPU provinsi dan kabupaten kota.
Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dari data para pendaftar itu, semuanya didaftarkan melalui partai politik. Ada satu yang mendaftar lewat jalur independen atau perseorangan, yaitu untuk calon wali kota dan wakil wali kota Pangkalpinang, namun dinyatakan tidak lolos lantaran KPU menyatakan tidak memenuhi syarat.
Meski KPU Provinsi, Kabupaten dan Kota belum menetapkan secara resmi, namun diyakini para pendaftar itu lolos sehingga akan ditetapkan sebagai calon pasangan gubernur, bupati dan wali kota.
Di antara para pasangan calon kepala daerah ini lah yang barangkali akan dipilih rakyat, sebagai pemegang kedaulatan dalam sistem demokrasi negara.gambar ilustrasi
Memilih kepala daerah sama artinya menyerahkan mandat kekuasaan, baik di tingkat kabupaten, provinsi, melalui pencoblosan di bilik suara. Artinya, masa depan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan kabupaten atau kota diserahkan kepada mereka yang akan dipilih pada Rabu, 27 November 2024.
Sebagai pemilik kedaulatan, pentingnya rakyat tidak hanya memilih para calon pemimpin daerah itu, tapi juga memilah mana yang mereka anggap layak dan kompeten mengemban amanat itu. Sebab, bukan sekedar inkompeten, jangan-jangan kursi kepala daerah juga kelak akan diisi lagi mereka yang tidak kompeten. Diisi oleh mereka yang dikenal suka dusta, omong besar dan suka ngerapek.
Apa pula itu ngerapek? Mengutip Rusmin Sopian, Minggu (8/9/2024) dalam artikel “Ngerapek” di laman www.bekaespedia.com (3/8/2024), “Kata Ngerapek adalah frasa dalam bahasa Bangka. Diartikan sebagai omong kosong.”
Selain kata ” Ngerapek” untuk sebutan bagi orang yang omong kosong, ada pula kata ” Ngerahul” yang bisa dimaknai sebagai sebuah omongan yang mengada-ada. Ada pula orang yang omong besar disebut sebagai ” Kelakar Gebeng” atau omong besar.








