AYODESA.COM, JAKARTA – Kementerian Agama Republik Indonesia menggelar Sidang Isbat penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah pada Kamis (19/3/2026) di Auditorium H.M. Rasjidi,Jakarta Pusat. Kegiatan yang dimulai sejak sore hari tersebut dihadiri berbagai unsur pemerintah, lembaga, dan organisasi keagamaan.
Sidang penting yang menjadi penentu awal Hari Raya Idul fitri, 1 Syawal 1447 H, ini dipimpin langsung oleh Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., didampingi Sekretaris Jenderal Kemenag, Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A., serta Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag.
Selain itu, turut hadir perwakilan Komisi VIII DPR RI, para duta besar negara sahabat, serta sejumlah organisasi Islam seperti Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama, Majelis Tarjih Muhammadiyah, dan Persatuan Islam (Persis). Hadir pula perwakilan dari lembaga terkait seperti LAPAN, BRIN, BMKG, Tim Unifikasi Kalender Hijriah Kemenag, serta para ketua organisasi masyarakat Islam.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan registrasi peserta sejak pukul 16.00 WIB, dilanjutkan seminar posisi hilal oleh Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama. Seminar ini menjadi dasar ilmiah dalam menentukan awal bulan Syawal berdasarkan metode hisab dan rukyat.
Setelah pelaksanaan shalat Magrib berjamaah, sidang isbat resmi dibuka sekitar pukul 18.35 WIB oleh perwakilan Tim Hisab Rukyat Bimas Islam. Selanjutnya, dipaparkan laporan data hisab dan hasil rukyatul hilal oleh perwakilan Lembaga Falakiyah NU serta laporan dari PP Persis.






