OJK: Kinerja BPR dan BPRS di Bangka Belitung Tumbuh Positif, Aset Tembus Rp867,66 Miliar

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Eko Wijaya

AYODESA.COM, PANGKALPINANG – Kinerja industri Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus menunjukkan tren positif hingga Mei 2026. Pertumbuhan aset, dana pihak ketiga (DPK), serta penyaluran kredit yang tetap meningkat diiringi dengan membaiknya kualitas kredit dan kondisi likuiditas yang terjaga.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Eko Wijaya, mengatakan saat ini terdapat tiga BPR dan satu BPRS yang beroperasi di wilayah kerja Kantor OJK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (KOPP), yakni PT BPR Ukabima Lestari, PT BPR Sentral Mitra Sejahtera, PT BPR Berkah Serumpun Mandiri, dan PT BPRS Bangka Belitung.

Bacaan Lainnya
Baca Juga  Viral di Media Sosial, Tagar #BebaskanArief Soroti Kasus Hukum Eks Dirut Indofarma

“Berdasarkan data posisi Mei 2026, kinerja industri BPR dan BPRS di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menunjukkan pertumbuhan yang positif dengan didukung oleh perbaikan kualitas aset dan kondisi likuiditas yang tetap terjaga. Secara year-on-year (yoy), total aset BPR dan BPRS meningkat 7,24 persen menjadi Rp867,66 miliar yang mencerminkan semakin kuatnya kapasitas usaha dan ketahanan industri BPR dan BPRS dalam menjalankan fungsi intermediasi di daerah,” ujar Eko kepada Ayobangka.com, Senin (13/7/2026).

Data penghimpunan dana

Dari sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mengalami pertumbuhan sebesar 5,77 persen secara tahunan menjadi Rp486,79 miliar.

Baca Juga  3 Ton Pasir Timah Dikirim ke MSP Berasal dari IUP

Menurut Eko, kenaikan tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap BPR dan BPRS sebagai lembaga keuangan yang melayani kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha.

“Peningkatan ini menunjukkan kepercayaan masyarakat yang tetap terjaga terhadap BPR dan BPRS sebagai lembaga keuangan yang berperan dalam mendukung kebutuhan layanan keuangan masyarakat dan pelaku usaha,” katanya.

Sementara itu, penyaluran kredit dan pembiayaan juga tumbuh 1,45 persen menjadi Rp389,04 miliar. Pertumbuhan tersebut menunjukkan fungsi intermediasi BPR dan BPRS tetap berjalan baik dalam menopang aktivitas ekonomi masyarakat, terutama sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Baca Juga  Tangis Lia Hertika Pecah Saat Bacakan Pledoi, PH Erdi Surbakti: Konstruksi Tuntutan Jaksa Abaikan Tupoksi

Tak hanya itu, kualitas kredit juga mengalami perbaikan. Rasio Non-Performing Loan (NPL) Gross turun dari 12,51 persen pada Mei 2025 menjadi 10,15 persen pada Mei 2026.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *