OJK dan BSSN Tingkatkan Kapasitas SDM Hadapi Ancaman Siber Sektor Keuangan Digital

Foto istimewa

AYODESA.COM, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat kapasitas ketahanan siber industri keuangan digital nasional guna menjaga keberlangsungan sektor serta meningkatkan kepercayaan masyarakat di tengah pesatnya transformasi digital.

Langkah tersebut ditegaskan dalam Workshop Keamanan Siber bagi Penyelenggara Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto Tahun 2026 yang digelar di Jakarta pada 27–29 April 2026, bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Bacaan Lainnya
Baca Juga  PH Soesilo Aribowo: Tuntutan Jaksa Tak Cerminkan Fakta Persidangan,  Kasus Akuisisi PT JN

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, menegaskan bahwa keamanan siber kini menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas industri keuangan digital.

“Keamanan siber bukan lagi sekadar isu teknis, melainkan prasyarat utama bagi keberlanjutan industri keuangan digital. Dalam ekosistem yang semakin terhubung, satu insiden siber tidak hanya berdampak pada satu institusi, tetapi dapat memengaruhi reputasi, kepercayaan, dan stabilitas ekosistem secara keseluruhan,” ujar Adi, Kamis (30/4/2026).

Baca Juga  OJK Limpahkan Tersangka Kasus PT Asuransi Jiwa Prolife ke Kejari Jaksel, Aset Rp114 Miliar Lebih Disita

Menurutnya, industri keuangan digital perlu beralih dari pendekatan compliance-based security menuju resilience-based security. Artinya, keamanan siber harus menjadi bagian integral dari strategi bisnis, tata kelola perusahaan, manajemen risiko, hingga perlindungan konsumen.

“Kepercayaan adalah mata uang utama dalam ekonomi digital. Kecepatan inovasi harus berjalan seiring dengan kekuatan pengamanan. Tanpa keamanan siber yang memadai, inovasi justru dapat menjadi sumber kerentanan baru,” tambahnya.

OJK juga mendorong seluruh Penyelenggara Inovasi Aset Keuangan Digital (IAKD) untuk menjadikan keamanan siber sebagai investasi strategis. Penguatan sistem keamanan dinilai menjadi faktor pembeda dalam membangun kredibilitas, menjaga kesinambungan layanan, serta meningkatkan daya saing di era ekonomi digital.

Baca Juga  Kasus KoinP2P Bergulir, OJK Tegaskan Perlindungan Lender Jadi Prioritas

Selain aspek teknologi, OJK menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia. Kompetensi SDM, disiplin operasional, kesiapan prosedur, serta budaya pelaporan insiden yang transparan menjadi elemen penting dalam menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *