AYODESA.COM, BANGKA – Dukungan nelayan terhadap operasional PT Adara Jala Samudra di kawasan Muara Jelitik, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, muncul setelah perusahaan berkomitmen membantu pendalaman alur Muara Jelitik yang selama ini menjadi persoalan utama bagi aktivitas nelayan setempat.
Para nelayan menilai pendalaman muara sangat dibutuhkan mengingat kondisi pendangkalan yang kerap terjadi dan menghambat keluar masuk kapal nelayan. Bahkan, akibat kondisi tersebut, sebagian nelayan terpaksa melakukan aktivitas bongkar muat di Pangkalpinang yang berdampak pada meningkatnya biaya operasional.
Hasbi, salah satu pemilik kapal nelayan di Sungailiat, mengatakan pihaknya memberikan dukungan penuh terhadap rencana operasional PT Adara Jala Samudra karena adanya komitmen perusahaan untuk membantu pendalaman Muara Jelitik sebelum kegiatan operasional dimulai.
“Kami memberikan dukungan penuh kepada PT Adara Jala Samudra karena mereka sudah berkomitmen diawali operasi akan lebih dulu mendalami Muara Jelitik. Ini yang paling penting bagi nelayan di Sungailiat agar aktivitas lebih lancar yang selama ini terhambat karena muara kerap terjadi pendangkalan,” ujar Hasbi, Selasa (2/6/2026).
Menurutnya, persoalan pendangkalan muara telah berlangsung cukup lama dan menjadi beban tersendiri bagi para nelayan. Kondisi tersebut menyebabkan kapal kesulitan keluar masuk pelabuhan, terutama saat air surut.
“Kami sudah capek dengan dampak pendangkalan ini karena biaya operasional membengkak. Niat baik PT Adara Jala Samudra harus didukung penuh agar secara jangka panjang Muara Jelitik dapat dilalui keluar masuk kapal dengan lancar,” katanya.
Senada dengan itu, tokoh nelayan Sungailiat, Akmal, menyampaikan dukungan terhadap upaya perusahaan yang dinilai memberikan solusi atas persoalan yang selama ini dihadapi nelayan.






