Menkeu: Ekonomi Indonesia Tidak Menuju Krisis, Fundamental Tetap Kuat

Foto ilustrasi Ai

AYODESA.COM, JAKARTA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan kondisi fundamental perekonomian Indonesia tetap kuat dan tidak sedang menuju krisis. Pemerintah, kata dia, terus menjaga stabilitas ekonomi melalui pengelolaan fiskal yang pruden, penguatan pertumbuhan ekonomi, serta peningkatan efektivitas pelaksanaan berbagai program prioritas nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya dalam keterangan yang dikutip dari laman resmi Kementerian Keuangan pada Minggu (5/7/2026). Menurutnya, sejumlah indikator makroekonomi menunjukkan tren perbaikan yang menjadi dasar optimisme terhadap prospek ekonomi Indonesia ke depan.

Bacaan Lainnya
Baca Juga  Satgas BLBI Bubar, Menkeu Purbaya Pastikan Tagihan Rp211 Triliun Tetap Dikejar

“Perekonomian kita terus bergerak membaik. Memang masih ada tantangan, namun Indonesia tidak sedang menuju krisis. Fundamental ekonomi kita tetap kuat dan akan terus diperbaiki,” ujar Purbaya.

Ia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi merupakan akumulasi dari berbagai aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, pemerintah terus mendorong kebijakan yang mampu memperkuat sektor riil sehingga manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Selain menjaga pertumbuhan, pemerintah juga memastikan inflasi tetap berada dalam kisaran yang terkendali. Sementara pelemahan nilai tukar rupiah dinilai lebih banyak dipengaruhi sentimen pasar global dibandingkan perubahan fundamental ekonomi nasional.

Baca Juga  KPU Babel Gelar FGD Evaluasi Pilgub

Pemerintah bersama otoritas terkait, lanjutnya, terus memperkuat koordinasi melalui Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) guna menjaga stabilitas sektor keuangan di tengah dinamika ekonomi global.

Di bidang fiskal, Purbaya memastikan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap sehat. Defisit anggaran dipertahankan di bawah batas maksimal 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), sementara rasio utang pemerintah masih berada pada level yang aman.

“Tahun lalu defisit APBN berada di kisaran 2,81 persen dari PDB dan tahun ini diperkirakan tetap di bawah 3 persen. Rasio utang pemerintah juga masih sekitar 40 persen terhadap PDB sehingga masih berada dalam kategori yang pruden,” jelasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *