AYODESA.COM, BANGKA TENGAH — Ratusan aparat gabungan terdiri dari polisi dan tentara akhirnya ditarik mundur dari Desa Batu Beriga, Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah, menyusul protes ratusan warga setempat sejak Jumat (23/5/2025) hingga Sabtu (24/5/2025) siang ini.
Selain aparat gabungan, sejumlah peralatan dan material untuk dirakit jadi ponton isap produksi (PIP) seperti papan, kayu dan puluhan drum plastik yang awalnya didrop dari dengan menggunakan truk dari Dusun Melingai, Batu Beriga, sebagian sudah diangkut kembali dari lokasi dengan pengawalan polisi.
Hingga berita ini dipublish, ratusan warga masih berkumpul di lokasi.
Terkait adanya pengerahan personil keamanan ke Beriga, Kabid Humas Polda Babel, Kombes Pol Fauzan Sukmawansyah, yang dihubungi, Sabtu siang, menyatakan kalau bukan personil dari Polda Babel yang ada di Batu Beriga.
“Coba tanya langsung ke Kapolres (Bangka Tengah) bang, Polda (Babel) gak ada,” kata Fauzan, pendek.
Sementara terkait pengerahan aparat keamanan dan situasi terkini di Batu Beriga, Sabtu siang, redaksi sudah menghubungi Kapolres Bangka Tengah, AKBP I Gede Nyoman belum merespons permintaan konfirmasi.
Seorang warga Batu Beriga, Jorgi, Sabtu siang mengatakan situasi dilokasi sempat memanas sejak Jumat kemarin menyusul datangnya peralatan dan material PIP yang diduga milik CV Berkah Stania Jaya dan datangnya aparat gabungan polisi dan tentara.
Rembuk Warga








