AYODESA.COM, JAKARTA – Profesi Wartawan tidak lepas dengan berbagai ancaman maupun teror menakutkan. Karena berita Jurnalistik yang disampaikan di media, kerap membuat ‘emosi’ pihak yang ‘terserempet’ (bersebrangan).
Berbagai peristiwa cukup banyak, dialami wartawan dari efek profesinya. Baik tekanan psikis, penganiayaan ringan dan berat, sampai kematian.
Sebagian pelaku yang melakukan perbuatan itu, sepertinya tidak jera dengan efek hukum yang diputuskan hakim. Terkesan hanya dipandang sebagai hal normatip.
Ketua umum Barusan Ksatria Nusantara (BKN) M. Roffi Mukhlis yang akrab disapa Cak Ofi,menyampaikan kemerdekaan Pers menjadi ‘terampas’. Sehingga banyak wartawan memilih tidak lagi kritis dalam menyampaikan beritanya.








