AYODESA.COM, PANGKALPINANG – Pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) masih berada di bawah rata-rata nasional. Kondisi tersebut dinilai tidak terlepas dari melemahnya industri timah yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Eko Wijaya, mengatakan pertumbuhan ekonomi Babel saat ini tercatat sebesar 4,3 persen, sementara pertumbuhan ekonomi nasional telah mencapai 5,1 persen.
“Kalau dibandingkan dengan nasional, kita masih cukup jauh,” ujar Eko Wijaya saat kegiatan Media Update Kinerja Industri Jasa Keuangan di Tan Casteel, Pangkalpinang, Senin (27/7/2026).
Menurut Eko, perlambatan sektor pertambangan timah memberikan dampak berantai terhadap berbagai sektor ekonomi. Tidak hanya memengaruhi aktivitas pertambangan, kondisi tersebut juga menekan daya beli masyarakat, memperlambat perputaran uang, hingga mengurangi pendapatan warga yang menggantungkan hidup pada sektor timah.
Ia mengaku mendapat gambaran nyata mengenai kondisi tersebut saat berbincang dengan seorang pengemudi dalam perjalanan menuju bandara.
“Beliau bercerita sekarang mencari uang jauh lebih susah. Aktivitas tambang sudah tidak seperti dulu sehingga pendapatan masyarakat ikut menurun,” ungkapnya.






