Kepala OJK Babel: Ketergantungan pada Timah Hambat Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Eko Wijaya.

AYODESA.COM, PANGKALPINANG – Pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) masih berada di bawah rata-rata nasional. Kondisi tersebut dinilai tidak terlepas dari melemahnya industri timah yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Eko Wijaya, mengatakan pertumbuhan ekonomi Babel saat ini tercatat sebesar 4,3 persen, sementara pertumbuhan ekonomi nasional telah mencapai 5,1 persen.

Bacaan Lainnya
Baca Juga  OJK Serahkan Tersangka Eks Dirut BPR Panca Dana Cs ke Kejaksaan, Kasus Deposito Rp14 M dan Kredit Rp32,4 M

“Kalau dibandingkan dengan nasional, kita masih cukup jauh,” ujar Eko Wijaya saat kegiatan Media Update Kinerja Industri Jasa Keuangan di Tan Casteel, Pangkalpinang, Senin (27/7/2026).

Menurut Eko, perlambatan sektor pertambangan timah memberikan dampak berantai terhadap berbagai sektor ekonomi. Tidak hanya memengaruhi aktivitas pertambangan, kondisi tersebut juga menekan daya beli masyarakat, memperlambat perputaran uang, hingga mengurangi pendapatan warga yang menggantungkan hidup pada sektor timah.

Ia mengaku mendapat gambaran nyata mengenai kondisi tersebut saat berbincang dengan seorang pengemudi dalam perjalanan menuju bandara.

Baca Juga  Tiga Anggota Dewan Pers 2025-2028 Unsur Masyarakat: Mantan Ketua KPK hingga Mantan Rektor

“Beliau bercerita sekarang mencari uang jauh lebih susah. Aktivitas tambang sudah tidak seperti dulu sehingga pendapatan masyarakat ikut menurun,” ungkapnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *