AYODESA.COM-JAKARTA-Setiap jelang Pilkada, Daerah Khusus Jakarta (DKJ), ada saja calon Kepala Daerah menyapa. Alhamdulillah. Kali ini acap bertemu, Kun Wardana, Cawagub jalur non partai, Independen. Ia satu alumni dengan saya di SMA 3 Jakarta. Kendati usianya lebih muda, tamat SMA-nya duluan, umur 12,5 kalau tak salah sudah kuliah.
Sejak menggadang Pak @jokowi 2009 ke DKI Jakarta 2012, saya tak ikutan apa-apa di tahun kemarin. Walau punya NGO #Bangrojak, Bangun Gotong Royong Jakarta – di antara program bersih got, semua saluran air mengalir – – lebih banyak menyimak.
Dari ke-3 kontestan kini, di ketiganya ada kawan, di 1 ada Kang @ridwankamil di nomor urut 3, ada Mas @si.rano kebetulan kenal. Di ketiganya saya simak mereka ini penjunjung segala di atas. Prioritas mereka bertemunya tokoh, seprti RK jumpa Pak JK, contoh. Pun di sisi Mas Rano.
Maka di saat hujan gerimis Kamis malam Jumat kemarin, Kun saya minta ke Sate Pak Ali, di Cempaka Putih Tengah. Dari Pak Ali kita belajar konsistensi, effort 40 tahun lebih jualan Sate khas Masura, di kali lima. Saya meminta Kun berkomunikasi di mana saja dan di sektor apa saja komunitas warga asal Madura dominan di Jakarta? Khusus untuk kaki lima perlu kawasan bersih; apa perlu ditempatkan toilet portabel di mana pukul 00.00 sudah dibawa dan seluruh trotoar disiram, nir debu.
Kini Jakarta Juara Dunia Polusi, diksi sederhana; berapa kali warga sehari menyimak Kupu-Kupu jangankan Kunang-Kunang, di mana di hutan pun kini pergi?
Indonesia mancaragam kekayaan hayati, mana ada Burung Manacawarna bebas di alamnya? Di banyak negara sudah lebih 70 saya datangi banyak tuh pohon buah di jalanan, seperti di Tunisia, Jeruk Menguning di Trotoar.








