AYODESA.COM – JAKARTA – Gus Rofie selaku Ketua Umum Barisan Ksatria Nusantara (BKN), membantah isu negatif yang dilontarkan salah satu tokoh publik Said Didu, terkait Proyek Strategis Nasional (PSN) PIK 2 yang menyebutkan program ini adalah mempermudah pengembang membeli tanah dengan harga murah. Atas tudingan tersebut, Gus Rofie memastikan bahwa itu tidak benar dan menegaskan bahwa informasi tersebut adalah hoaks.
Gus Rofie menjelaskan bahwa lahan yang digunakan dalam PSN PIK adalah milik pemerintah, pengelolaannya difokuskan untuk tujuan edukasi dan pelestarian lingkungan, bukan untuk kepentingan komersial.
“Proyek ini bukan untuk komersialisasi, tetapi untuk melestarikan lingkungan dan memberi edukasi kepada masyarakat. Lahan ini milik pemerintah dan dikelola dengan tujuan yang jelas,” terang Gus Rofie saat ditemui awak media di Jakarta Selatan, Rabu, (25/12/2024).
Bantahan Gus Rofie ini menjawab kritikan yang disampaikan Said Didu, yang menyuarakan kekhawatiran bahwa pengelolaan proyek ini tidak sepenuhnya berpihak pada rakyat kecil. Di tengah kritik dan isu yang beredar, masyarakat diimbau untuk memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya. PSN PIK 2 menjadi contoh pembangunan berkelanjutan yang tidak hanya meningkatkan ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi lingkungan dan masyarakat sekitar
“Kita perlu tabayun dan tidak terprovokasi oleh narasi yang belum tentu benar. Proyek ini dirancang untuk kesejahteraan bersama, bukan untuk kepentingan segelintir pihak,” ujar Gus Rofi.








