AYODESA.COM – PANGKALPINANG – DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menilai Bank SumselBabel tidak serius memenuhi panggilan Rapat Dengar Pendapat (RPD). Bank SumselBabel disorot soal KUR macet hingga janji pengadaan mobil “Samsat Keliling.”
Sekretaris Komisi II DPRD Babel, Elvi Diana, mengungkapkan kekecewaannya terhadap bank dareah itu. Menurutnya, janji pengadaan mobil operasional untuk mendukung layanan Samsat Keliling untuk Bakuda telah dibuat sejak tiga tahun lalu, namun hingga kini belum terealisasi.
“Oh iya, jadi masalah mobil kan? Itu untuk menunjang kerja Samsat Keliling yang sudah dijanjikan sejak periode lalu, tapi sampai hari ini belum dieksekusi,” tegas Elvi Diana.
Lebih lanjut, ia menyoroti sikap Kepala Bakuda yang kini menolak menerima mobil tersebut karena selama ini hanya diberi janji tanpa realisasi. Padahal, keberadaan Samsat Keliling sangat penting untuk mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak kendaraan bermotor.
“Tadi sudah dengar sendiri kan dari Kepala Bakuda, mereka sudah enggak mau lagi menerima karena fisiknya ada, tapi tidak pernah dikasih ke Bakuda. Padahal, mobil Samsat Keliling itu sangat membantu masyarakat dalam membayar pajak kendaraan,” tambahnya.
Tak hanya soal mobil Samsat Keliling, Elvi juga menyoroti berbagai persoalan lain di Bank Sumsel Babel, mulai dari tingginya kredit usaha rakyat (KUR) macet di Pangkalpinang hingga tata kelola yang dinilai buruk.








