AYODESA.COM – Tahun 2024 Bangka Belitung mengalami krisis ekonomi terburuk dalam sejarah dengan pertumbuhan ekonomi hanya 0,18% terendah di Indonesia dan
dampaknya terasa di semua lapisan masyarakat. Ditambah efek domino kasus korupsi timah yang berujung pada kebijakan tata kelola tambang timah. Bagaimana dengan tahun 2025?
DPRD dan Pemprov Babel bersepakat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah
sebesar 2,20% pada 2025. Pentingnya dukungan sektor-sektor utama, seperti pertambangan,
perkebunan, pertanian, dan konstruksi, guna mencapai target pertumbuhan tersebut.
Imam Haryanto Insight sebuah channel youtube yang inspiratif dan tentunya peduli dengan
Bangka Belitung menyelenggarakan sebuah Diskusi Panel yang mengusung tema Tantangan
dan Potensi Ekonomi Bangka Belitung 2025 pada Hari Selasa tanggal 24 Desember 2024 di
Gedung Graha Timah, Pangkal Pinang.
Acara ini akan dibuka oleh Sugito, S.Sos., M.H. Pj Gubernur Kep. Bangka Belitung dan akan
menghadirkan beberapa narasumber yang ahli di bidangnya, antara lain Fidelia Silvana, SP,
M.Int.Econ.F – Perencana Ahli Madya (Koordinator Sumatera II) Kementerian PPN/BAPPENAS, Ahmad Dani Virsal – Direktur Utama PT Timah, Tbk, Feri Insani, SE., MM. – Kepala Bappeda Prov. Kep. Bangka Belitung, Hidayat Arsani, S.E. – Calon Gubernur Kep. Bangka Belitung, Dr. Devi Valeriani, S.E., M.Si – Dekan Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Bangka Belitung, Prof. Dr. Bustami Rahman, M.Sc – Guru Besar Sosiologi / Pelopor & Rektor Pertama UBB dan Ir. Fadillah Sabri, S.T., M.Eng – Rektor Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung.








