Debat Perdana Pilgub: Retorika ala Erzaldi Vs Spontanitas ala Hidayat

Debat Perdana Cagub dan Cawagub Babel 2024-2029

EDITORIAL

Penulis: Satyagraha

Bacaan Lainnya

AYODESA.COM – KALAU kita jeli, jawaban-jawaban Hidayat-Hellyana atau BERDAYA meski tampak spontan, sederhana, tapi cukup bernas. Jawaban-jawaban spontan lagi geniun itu menarik perhatian banyak pihak.

Retorika yang ditampilkan BERDAYA adalah retorika sederhana, bahasa yang sangat mudah dipahami oleh lintas kalangan. Rakyat kebanyakan seperti pedagang, petani, pegawai rendahan, nelayan dengan latar pendidikan yang beragam pula, mudah mencernanya.

Selain Sebagai politisi, Hidayat Arsani adalah pebisnis atau pengusaha yang mulai dari bawah, dari nol hingga punya usaha di berbagai sektor. Dia juga membangun sejumlah Rumah Sakit di Belitung, Kabupaten Bangka dan Pangkalpinang. Hidayat Arsani juga pernah menjabat Wakil Gunernur Babel masa jabatan 2014-2017.

Baca Juga  JPU Resmi Ajukan Banding Putusan Perkara Korupsi Pertamina

Sedangkan Wakilnya Hellyana adalah politisi dari level bawah hingga pernah duduk sebagai Anggota DPRD Babel.

Sedangkan Erzaldi Rosman, pernah punya perusahaan, terjun ke politik dan terakhir Gubernur Babel periode 2017-2022. Wakilnya Yuri Kemal Fadlullah dikenal sebagai pengacara yang berbasis di Jakarta.

Dalam debat tadi malam, BERAMAL tampak mencoba menggunakan retorika yang untuk sebagian kalangan, terutama kalangan bawah bisa saja sulit mencernanya. Namun bagi sebagian kalangan bisa saja terpukau dengan bahasa yang terkesan “mewah” itu. Meski demikian, BERAMAL juga menyajikan beberapa contoh atau langkah yang sudah pernah dilakukan, utamanya ketika Erzaldi Rosman menjabat Gubernur Babel periode 2017-2022.

Baca Juga  TMMD Kodim 0432/Basel Perkuat Iman dan Kemanunggalan, Satgas Gelar Yasinan di Rumah Warga 

Contohnya ketika BERAMAL menjelaskan tentang bagaimana reformasi birokrasi. Yuri mengatakan dalam hal perizinan akan memberlakukan semacam kartu kendali dan waktu yang terukur dalam mengurus suatu perizinan sehingga pengurus izin bisa mengontrolnya. Termasuk penjelasan soal agar aturan antara provinsi dan kabupaten kota tidak tumpang tindih.

Namun, jika kita mencoba melacak substansi dari sejumlah penjelasan yang disampaikan juga masih sangat umum. Bahkan untuk beberapa jawaban tampak keduanya sepertinya kurang percaya diri atau kurang PD.

Contohnya terkait program stunting BERAMAL mengatakan akan melaksanakan program Presiden Prabowo tentang memberikan makanan tambahan bergizi bagi anak. Padahal kita tahu, program tersebut adalah program nasional yang siapapun pasangan terpilih nantinya pasti akan melaksanakannya.

Baca Juga  Gubernur Hidayat Arsani Kunjungi Kantor Pusat Bank Sumsel Babel di Palembang: Ingatkan Pentingnya Tata Kelola dan Percepatan Realisasi Dana Daerah

Sedangkan BERDAYA mengatakan terkait perizinan, menurut Hellyana akan selalu berkoordinasi dengan kabupaten kota sehingga setiap potensi permasalahan atau masalah yang muncul dapat segera diatasi. Selain itu akan menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pelayanan publik termasuk dalam hal pengurusan perizinan.

Sedangkan soal stunting, BERDAYA berkomitmen sejak dini akan melaksanakan program daerah berupa pemberian makanan atau asupan gizi tambahan bagi Ibu Hamil dan pasca melahirkan untuk beberapa pekan atau hingga 45 hari kedepan. Begitu pula bayi, sejak lahir hingga 45 hari kedepan akan mendapat tambahan asupan gizi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *