Budaya Kerja Bakti Kembali Didorong, DLH Kendal Ajak Warga Peduli Kebersihan

Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan, Limbah B3, dan Pertamanan DLH Kendal, Luqni Kaharudin

AYODESA.COM, KENDAL — Persoalan sampah yang terus meningkat mendorong Pemerintah Kabupaten Kendal memperkuat gerakan kebersihan lingkungan melalui pelibatan masyarakat, sekolah, instansi pemerintah, hingga pelaku usaha. Budaya kerja bakti yang mulai ditinggalkan kini kembali digalakkan sebagai langkah membangun kesadaran kolektif menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat.

Melalui program Gerakan Nasional Indonesia Asri, Aman, Sehat, Resik, dan Indah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kendal mengajak seluruh elemen masyarakat rutin melaksanakan aksi bersih lingkungan di wilayah masing-masing.

Bacaan Lainnya
Baca Juga  Kejagung Bongkar Modus Penyamaran Aset Zarof Ricar, AW Ikut Dijerat

Program tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia dalam Rapat Koordinasi Nasional Pusat dan Daerah di Sentul pada Februari 2026 terkait penguatan budaya hidup bersih dan pengelolaan sampah dari sumbernya.

Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan, Limbah B3, dan Pertamanan DLH Kendal, Luqni Kaharudin, mengatakan persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah semata, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat.

“Gerakan Nasional Indonesia Asri ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden agar seluruh daerah meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Karena itu kami mengimbau seluruh instansi, lingkungan masyarakat, sekolah, hingga pelaku usaha untuk rutin melaksanakan aksi bersih lingkungan,” ujarnya, Jumat (8/5/2026).

Baca Juga  Kejari Jakarta Pusat dan Cempaka Putih Timur Sabet Penghargaan Film Pendek  Jaga Desa Award 2026

Menurut Luqni, kegiatan kerja bakti atau korvei minimal dilakukan satu kali dalam sepekan, terutama setiap Jumat. Namun demikian, pihaknya berharap budaya bersih dapat menjadi kebiasaan rutin sebelum aktivitas kerja dimulai.

“Kami berharap aksi bersih ini tidak hanya seremonial. Kalau memungkinkan bisa dilaksanakan setiap hari kerja, minimal satu jam sebelum aktivitas kantor dimulai. Ini penting untuk membangun budaya disiplin dan peduli lingkungan,” katanya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *