BNI Ingatkan Nasabah Waspadai Modus Penipuan BNIdirect

Gambar ilustrasi BNI direct

AYODESA.COM, JAKARTA – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau Bank Negara Indonesia (BNI) mengimbau nasabah pengguna layanan BNIdirect cash dan BNIdirect bisnis untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan perseroan.

Modus yang kerap digunakan pelaku kejahatan siber antara lain meminta data akses akun, kode token, kode OTP, hingga mengarahkan nasabah untuk menginstal aplikasi tertentu dengan alasan verifikasi akun maupun bantuan teknis.

Bacaan Lainnya
Baca Juga  HUT ke-80, BNI Tegaskan Komitmen Percepat Digitalisasi Sistem Pembayaran Nasional

Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menegaskan bahwa BNI tidak pernah meminta nasabah memberikan informasi rahasia melalui telepon, SMS, email, media sosial, maupun saluran komunikasi tidak resmi lainnya.

“Waspadalah, permintaan data akun, kata sandi, alamat email, kode Hard/Soft Token, kode OTP, maupun informasi lainnya melalui telepon, SMS, email, ataupun media sosial merupakan modus penipuan,” ujar Okki dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (13/6/2026).

Menurut Okki, data seperti user ID perusahaan, ID pengguna, nama perusahaan, kata sandi, alamat email, hingga kode Hard Token dan Soft Token merupakan informasi yang wajib dijaga kerahasiaannya oleh nasabah. BNI, kata dia, tidak pernah meminta data tersebut dalam bentuk apa pun.

Baca Juga  BNI dan PBSI Siapkan Generasi Emas Bulu Tangkis Lewat Kejuaraan Asia Junior 2026

Ia menjelaskan bahwa kode Hard Token maupun Soft Token hanya digunakan untuk mengotorisasi transaksi pada platform resmi BNIdirect cash dan BNIdirect bisnis. Karena itu, tidak ada proses verifikasi identitas nasabah yang mengharuskan penyebutan kode token kepada pihak lain.

“Pelaku kejahatan kerap menggunakan dalih verifikasi akun untuk memperoleh data penting dari nasabah. Setelah mendapatkan data tersebut, pelaku berpotensi mengambil alih akun atau memproses transaksi tidak sah atas nama nasabah,” katanya.

BNI juga mengingatkan nasabah untuk segera menolak atau mengakhiri komunikasi apabila ada pihak yang meminta ID perusahaan, ID pengguna, maupun nama perusahaan dengan alasan verifikasi akun.

Baca Juga  BNI Hadirkan QRIS Cross Border di China, Transaksi Tanpa Tukar Uang Tunai

“Tolak dengan tegas atau segera akhiri percakapan apabila terdapat pihak yang meminta ID Perusahaan, ID Pengguna, dan nama perusahaan dengan alasan verifikasi. Perlu diingat bahwa jika data tersebut diberikan, pelaku kejahatan dapat dengan mudah membobol akun BNIdirect cash dan BNIdirect bisnis,” tegas Okki.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *