AYODESA.COM, JAKARTA – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) membukukan kinerja fundamental yang solid hingga semester I 2026 di tengah tantangan likuiditas industri perbankan serta dinamika geopolitik dan ekonomi global. Pertumbuhan kredit yang sehat, kualitas aset yang terjaga, struktur pendanaan yang kuat, serta percepatan transformasi digital menjadi penopang utama kinerja perseroan.
Direktur Utama BNI, Putrama Wahju Setyawan, mengatakan perseroan terus memperkuat fundamental bisnis melalui strategi pertumbuhan yang mengedepankan kualitas, penguatan bisnis inti, serta transformasi organisasi dan digital secara berkelanjutan.
“Di tengah perubahan lingkungan bisnis yang semakin dinamis, BNI mengarahkan sumber daya pada sektor dan ekosistem yang memiliki prospek pertumbuhan sehat. Pendekatan ini memungkinkan perseroan menjaga produktivitas aset sekaligus meningkatkan relevansi layanan bagi nasabah di setiap segmen,” ujar Putrama dalam keterangan resmi, Rabu (5/8/2026).
Menurutnya, arah pengembangan bisnis tersebut sejalan dengan agenda transformasi BUMN di bawah koordinasi Danantara Indonesia yang menitikberatkan pada penguatan fundamental perusahaan, tata kelola profesional, serta penciptaan nilai jangka panjang.
Di sisi digital, BNI mencatat perkembangan signifikan. Hingga akhir Juni 2026, jumlah pengguna wondr by BNI mencapai 15,1 juta dengan volume transaksi tumbuh 110 persen secara tahunan. Sementara itu, platform BNIdirect memiliki 280 ribu pengguna dengan volume transaksi meningkat 17 persen menjadi Rp6.039 triliun.
Perseroan juga telah mengimplementasikan program BRAVE (Branch, Region & Area Value Empowerment) di seluruh wilayah operasional. Program ini memperkuat fungsi kantor cabang sebagai pusat penjualan sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi di setiap daerah.
“Melalui BRAVE, setiap wilayah dan kantor cabang memiliki peran yang semakin kuat dalam menggali potensi ekonomi lokal serta membangun ekosistem bisnis. Integrasi antara kapabilitas jaringan dan solusi digital diharapkan dapat mempercepat akuisisi, memperluas transaksi, dan meningkatkan kualitas hubungan dengan nasabah,” kata Putrama.
Sementara itu, Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena mengungkapkan, hingga akhir Juni 2026 kredit BNI tumbuh 24,4 persen secara tahunan menjadi Rp968,5 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang portofolio kredit yang semakin terdiversifikasi pada segmen korporasi, menengah, UMKM hingga konsumer.






