Begini Respon KPK, Usai DPRD Babel Minta Selidiki Dana Mencurigakan Bank SumselBabel Capai Rp 1 T

Jubir KPK Tessa Mahardika (foto docs)

AYODESA.COM – JAKARTA – DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendesak KPK menyelidiki biaya operasional dari beberapa pos anggaran Bank SumselBabel mencapai Rp 1 triliun. KPK melalui Juru Bicara (Jubir) Tessa Mahardika memberikan respons terkait hal ini.

Untuk diketahui, melansir berita sebelumnya, Komisi II DPRD Babel mengungkapkan sejumlah biaya operasional yang mencurigakan dari sejumlah pos anggaran Bank SumselBabel yang tertuang dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain tahun 2024.

Bacaan Lainnya
Baca Juga  Sidang Perdana 8 Tersangka Dugaan Korupsi KUR Bank SumselBabel Digelar Kamis Ini di PN Pangkalpinang

Komisi II DPRD Babel dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Bank Sumsel Babel (BSB) di Ruang Badan Musyawarah (Bamus) Kantor DPRD Provinsi Babel, Jumat (7/3/2025) kembali mencecar pihak BSB terkait biaya operasional yang mencurigakan.

Anggota Komisi II DPRD Babel, Rina Tarol, membeberkan biaya dari beberapa pos anggaran tersebut, yaitu pendapatan dan beban operasional selain bunga, di antaranya:

1. Beban Tenaga kerja Rp 479.9 miliar.
2.. Biaya Promosi Rp 44 miliar.
3.. Beban Lainnya Rp 698,4 miliar.

Baca Juga  Gasak Lahan Sawit 200 Hektare, Ternyata PT FAL Cuma Bayar ke BPN Puluhan Juta Rupiah

“Beban apa karena semua pos beban operasional sudah tertulis semua. Kami ingin pihak BSB membuat simulasi agar jelas uang ini ke mana. Kami tidak mau nantinya bank ini pailit dan uang rakyat hilang begitu saja,” katanya Rina Tarol.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *