Bahlil: Stok Aman, Harga BBM Subsidi Dijaga Stabil Sampai Desember

Foto istimewa

AYODESA.COM, JAKARTA — Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026. Kebijakan ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika harga energi global.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan keputusan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto usai kunjungan kerja ke Rusia dan Prancis.

Bacaan Lainnya
Baca Juga  1 Tahun Pemerintahan, Prabowo Tegaskan Komitmen Penertiban Timah: Ada yang Teriak-teriak, 20 Tahun Rp 900 T Dicuri

“Saya sampaikan kepada publik, bahwa insyaallah stok kita di atas standar minimum, baik itu solar, bensin, maupun LPG. Insyaallah aman, dan sekali lagi saya katakan bahwa kami sudah bersepakat atas arahan Bapak Presiden, bahwa harga BBM untuk subsidi tidak akan dinaikkan sampai dengan akhir tahun,” ujar Bahlil di Istana Negara, Kamis (16/4/2026).

Dari sisi fiskal, pemerintah menilai kebijakan tersebut masih dalam batas aman. Hal ini ditopang oleh harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price yang berada di bawah asumsi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Baca Juga  Supianto dan Bambang Gatot Aryono Divonis Lebih Ringan Dari Tuntutan JPU Dalam Perkara Korupsi Tata Niaga Komoditas Timah 

“Doain, ini kan tergantung dengan harga ICP, tapi kalau sampai dengan 100 dolar itu sudah aman BBM. Dan sekarang harga rata-rata ICP Januari sampai dengan sekarang itu tidak lebih dari USD77. Jadi kita itu baru split USD7,” jelasnya.

Meski demikian, dari sisi pasokan, Indonesia masih menghadapi tantangan. Kebutuhan BBM nasional saat ini mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari, sementara produksi dalam negeri baru berada di kisaran 600–610 ribu barel per hari.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *