AYODESA.COM, JAKARTA – Aksi solidaritas untuk rakyat Palestina di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, Sabtu (7/3/2026). Massa yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa Untuk Rakyat Palestina (SMURP) turun ke jalan mengecam keras serangan militer Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menilai insiden serangan tersebut menjadi alarm serius bagi masyarakat Indonesia agar tidak mengendurkan gerakan boikot terhadap produk-produk yang dianggap terafiliasi dengan Israel.
Koordinator SMURP, Andrian, mengatakan semangat boikot yang sebelumnya sempat memberikan dampak terhadap perubahan pola konsumsi masyarakat ke produk nasional kini mulai meredup. Menurutnya, kondisi tersebut harus kembali diperkuat.
“Serangan militer Israel-Amerika yang dilancarkan terhadap Iran ini jadi pengingat kita bahwa agenda boikot produk terafiliasi Israel dan Amerika tidak boleh dan tidak pernah akan berakhir,” tegas Andrian saat berorasi di lokasi aksi.
Ia menilai perlawanan melalui jalur ekonomi menjadi salah satu bentuk solidaritas nyata masyarakat terhadap perjuangan rakyat Palestina. Karena itu, Andrian mengajak masyarakat untuk kembali memperkuat gerakan boikot terhadap produk-produk yang dinilai mendukung agresi militer Israel.
“Ini harus menjadi momentum bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk menebalkan kembali semangat memboikot produk-produk yang mendukung agresi tersebut,” ujarnya.
SMURP juga menegaskan bahwa mereka masih berpegang pada daftar produk yang dirilis Yayasan Konsumen Muslim Indonesia (YKMI) pada 2024 lalu. Menurut Andrian, daftar tersebut dinilai masih relevan dengan kondisi geopolitik saat ini.






