Aksi Solidaritas Palestina di Kedubes AS, Mahasiswa Serukan Boikot Produk Terafiliasi Israel

Aksi solidaritas untuk rakyat Palestina di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, Sabtu (7/3/2026). Foto istimewa

AYODESA.COM, JAKARTA – Aksi solidaritas untuk rakyat Palestina di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, Sabtu (7/3/2026). Massa yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa Untuk Rakyat Palestina (SMURP) turun ke jalan mengecam keras serangan militer Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menilai insiden serangan tersebut menjadi alarm serius bagi masyarakat Indonesia agar tidak mengendurkan gerakan boikot terhadap produk-produk yang dianggap terafiliasi dengan Israel.

Bacaan Lainnya
Baca Juga  Delapan Terdakwa Korupsi Tata Kelola Pertamina Divonis 4 Hingga 6 Tahun Penjara

Koordinator SMURP, Andrian, mengatakan semangat boikot yang sebelumnya sempat memberikan dampak terhadap perubahan pola konsumsi masyarakat ke produk nasional kini mulai meredup. Menurutnya, kondisi tersebut harus kembali diperkuat.

“Serangan militer Israel-Amerika yang dilancarkan terhadap Iran ini jadi pengingat kita bahwa agenda boikot produk terafiliasi Israel dan Amerika tidak boleh dan tidak pernah akan berakhir,” tegas Andrian saat berorasi di lokasi aksi.

Ia menilai perlawanan melalui jalur ekonomi menjadi salah satu bentuk solidaritas nyata masyarakat terhadap perjuangan rakyat Palestina. Karena itu, Andrian mengajak masyarakat untuk kembali memperkuat gerakan boikot terhadap produk-produk yang dinilai mendukung agresi militer Israel.

Baca Juga  6 PNS Jadi Saksi Atas Terdakwa Eks Kepala Dinas ESDM Babel

“Ini harus menjadi momentum bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk menebalkan kembali semangat memboikot produk-produk yang mendukung agresi tersebut,” ujarnya.

SMURP juga menegaskan bahwa mereka masih berpegang pada daftar produk yang dirilis Yayasan Konsumen Muslim Indonesia (YKMI) pada 2024 lalu. Menurut Andrian, daftar tersebut dinilai masih relevan dengan kondisi geopolitik saat ini.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *