Warga Beriga Gelar “Rembuk Warga” Desak SPK CV Berkah Stania Jaya Dicabut

Rembuk warga Desa Beriga, Bangka Tengah.

AYODESA.COM, BANGKA TENGAH — Warga Desa Batu Beriga kembali menegaskan komitmen menolak rencana penambangan timah di laut setempat.

Teranyar, ratusan warga berkumpul di posko nelayan setempat sebagai respons rencana CV Berkah Stania Jaya yang diduga telah mengantongi SPK (surat perintah kerja) dari PT Timah, Jumat (23/5/2025).

Bacaan Lainnya
Baca Juga  Vonis 6 Tahun Eks Dirut Komersial PGN Dinilai Abaikan Fakta Regulasi, Danny Praditya: Kami Insan BUMN Penjaga Aset Negara Bukan Perampok

Warga, melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi, Sabtu pagi, mengatakan bahwa CV Berkah Stania Jaya yang mengantongi SPK di IUP PT Timah dengan jangka 1 Mei 2025 hingga 30 Juni 2025.

“Dalam hal ini, kami menilai bahwa PT TIMAH Tbk tidak menghormati pemimpin daerah beserta penolakan masyarakat terhadap penambangan laut. Warga sangat bergantung pada hasil tangkap ikan di perairan Beriga,” ujar seorang istri nelayan setempat, Siti, Jumat kemarin.

Untuk diketahui, sebelumnya, aksi masyarakat Desa Batu Beriga pada 28 April 2025 ditanggapi dengan baik oleh Bupati Bangka Tengah Algafri Rahman, maupun Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani.

Baca Juga  Adelia Kembali Datangi Polda Babel Minta Keadilan Kasus Dugaan Penipuan Hotel Wagub Hellyana, Serahkan Dokumen

Ketika itu Gubernur Hidayat secara terbuka menyampaikan kesepakatan untuk menolak segala aktivitas tambang di pesisir-laut Desa Batu Beriga.

Warga juga mempertanyakan mengenai beredarnya kabar kalau PT Timah diam-diam menerbitkan SPK CV Berkah Stania Jaya.

Makanya, pada Jumat kemarin, warga menggelar “Rembuk Warga” sebagai respons rencana CV Berkah Stania Jaya melakukan penambangan di IUP PT Timah di Laut Beriga.

Tokoh agama Batu Beriga, Marzuki menyampaikan rembuk tersebut dipersiapkan sebagai sarana untuk berdialog dengan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani.

Baca Juga  JPU Hadirkan Para Saksi Untuk Pembuktian Dakwaan Kasus Tom Lembong

Rembuk Warga, lanjutnya, adalah sebagai apresiasi masyarakat terhadap pernyataan Hidayat Arsani akan mendatangi warga apabila akan melakukan aksi.

“Saran sebelumnya dari Gubernur untuk mengundangnya (Hidayat Arsani) ke kampung dibandingkan melakukan aksi beramai-ramai”. ungkap Ustadz Marzuki,” kata dia.

Namun, hingga pukul 14.30 WIB, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani ternyata tidak dapat menghadiri Rembuk Warga dengan alasan sedang dinas luar di Kemendagri.

Meski tak hadir, Pemprov Babel mengutus Plt Kadis ESDM Babel, Rembuk Warga akhirnya tetap dilaksanakan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *